Tubuh kita adalah mesin yang kompleks, dan agar bisa berjalan dengan lancar, ia membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan tanda-tanda kekurangan nutrisi karena dianggap sepele atau biasa saja. Padahal, mengenali gejala ini sejak dini bisa mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah 8 tanda tubuh kekurangan nutrisi yang sering luput dari perhatian.
Salah satu tanda paling jelas dari kekurangan nutrisi adalah kondisi rambut dan kuku. Rambut yang mudah rontok, bercabang, atau tipis bisa menjadi pertanda tubuh kekurangan protein, zat besi, atau vitamin B kompleks. Begitu juga dengan kuku yang rapuh dan mudah patah, yang bisa menunjukkan defisiensi kalsium, zinc, atau vitamin D.
Jika tubuh sering terasa lelah meski sudah cukup tidur, itu bisa menjadi sinyal kekurangan zat besi, vitamin B12, atau magnesium. Zat-zat ini berperan penting dalam produksi energi dan transportasi oksigen dalam darah. Kekurangan nutrisi ini bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dari biasanya. rsudmohamadsalehprobolinggo.com
Kulit adalah cerminan kesehatan tubuh dari dalam. Kekurangan vitamin A, vitamin E, dan asam lemak omega-3 bisa membuat kulit kering, kasar, dan kusam. Selain itu, defisiensi zinc juga bisa memicu jerawat atau iritasi pada kulit. Merawat kulit dari luar saja tidak cukup jika nutrisi tubuh tidak terpenuhi.
Otak membutuhkan nutrisi tertentu agar bisa berfungsi optimal. Kekurangan omega-3, vitamin B6, dan vitamin B12 bisa menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, atau mood yang mudah berubah. Jadi, jika kamu sering merasa “blank” atau sulit berkonsentrasi, bisa jadi tubuh sedang kekurangan nutrisi penting untuk otak.
Sistem imun tubuh sangat bergantung pada vitamin dan mineral tertentu. Kekurangan vitamin C, vitamin D, dan zinc bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, flu, atau sakit ringan lainnya. Jika kamu sering jatuh sakit meski tidak sering berada di lingkungan berisiko, ini bisa menjadi alarm kekurangan nutrisi.
Perubahan berat badan secara drastis tanpa alasan jelas bisa menjadi tanda defisiensi nutrisi. Kekurangan protein, vitamin D, atau mineral penting bisa memengaruhi metabolisme tubuh sehingga berat badan turun atau naik secara tidak normal. Perhatikan pola makan dan kebiasaan harian agar perubahan berat badan lebih mudah dikontrol.
Masalah pencernaan seperti konstipasi, diare, atau perut kembung seringkali terkait dengan kurangnya serat, vitamin B, atau magnesium. Nutrisi ini membantu proses pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Mengabaikan gejala pencernaan bisa berdampak pada penyerapan nutrisi penting lainnya, sehingga tubuh semakin kekurangan gizi.
Kesehatan mental juga dipengaruhi oleh nutrisi. Kekurangan magnesium, vitamin D, dan omega-3 bisa membuat tubuh lebih mudah stres, cemas, atau mudah marah. Nutrisi ini berperan dalam produksi hormon dan neurotransmitter yang menjaga keseimbangan mood. Jadi, jika mood sering naik turun tanpa alasan jelas, bisa jadi tubuh meminta asupan nutrisi yang tepat.