jav hay
little young spinner wants to be taught.Click Here desiporntube
25
OCT
2025

Rahasia di Balik Kopi Specialty: Kenapa Rasanya Bisa Beda Banget dari Kopi Biasa?

Kenapa Kopi Specialty Lagi Hype Banget?

Kalau kamu perhatiin, beberapa tahun terakhir kopi udah bukan cuma sekadar minuman buat ngusir ngantuk. Sekarang kopi udah naik kelas jadi gaya hidup. Nongkrong di coffee shop, cobain origin baru, sampai foto latte art buat story—semuanya jadi bagian dari tren yang nggak ada matinya. uplacecullman

Tapi di balik semua itu, ada satu istilah yang sering banget muncul: kopi specialty. Nah, apa sih yang bikin kopi specialty beda banget dari kopi biasa yang dijual di warung atau supermarket? Apakah cuma soal harga, atau memang rasanya segitu “spesial”-nya?


Apa Itu Kopi Specialty?

Secara sederhana, kopi specialty adalah kopi dengan kualitas tertinggi, yang dinilai berdasarkan standar ketat dari Specialty Coffee Association (SCA). Biji kopinya harus mendapat nilai minimal 80 dari 100 dalam uji cupping (tes rasa).

Artinya, mulai dari cara tanam, panen, pengolahan, sampai roasting dan penyeduhan—semuanya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Nggak ada yang asal.
Kalau ada cacat sedikit aja, nilainya bisa langsung turun dan gagal masuk kategori specialty.


Perjalanan Panjang dari Kebun ke Cangkir

Yang bikin kopi specialty menarik itu bukan cuma rasa akhirnya, tapi juga cerita di baliknya. Setiap cangkir punya perjalanan panjang sebelum sampai ke meja kamu.

1. Dari Petani ke Green Beans

Petani kopi specialty biasanya menanam di ketinggian tertentu—biasanya di atas 1.200 meter di atas permukaan laut. Di ketinggian ini, suhu lebih stabil dan pertumbuhan biji jadi lebih lambat, yang justru bikin rasa kopi jadi lebih kompleks.

Mereka juga selektif banget waktu panen. Hanya buah kopi yang benar-benar matang (berwarna merah cerah) yang dipetik satu per satu.
Nggak heran kalau prosesnya memakan waktu lebih lama dibanding kopi komersial yang biasanya dipanen massal.

2. Proses Pasca Panen yang Nggak Main-main

Setelah dipetik, biji kopi diolah dengan metode tertentu seperti washed, natural, atau honey process.
Setiap metode ngasih hasil rasa yang beda. Misalnya, natural process biasanya punya rasa fruity dan manis, sedangkan washed lebih clean dan bright.

3. Roasting yang Presisi

Roaster punya peran penting banget. Mereka harus ngerti karakter setiap origin—entah itu kopi Gayo, Flores, atau Ethiopia—dan menyesuaikan level roasting-nya supaya cita rasanya keluar maksimal.

Satu detik aja kelamaan di roaster bisa bikin rasa jadi gosong dan nutty-nya hilang.


Perbedaan Kopi Specialty dan Kopi Biasa

Biar lebih gampang, ini perbandingan singkatnya:

AspekKopi SpecialtyKopi Biasa
Kualitas bijiGrade tinggi (tanpa cacat)Banyak cacat dan campuran
Proses panenManual, selektifMassal
RasaKompleks, bersih, khas originPahit, flat
HargaLebih mahal, sebanding dengan kualitasLebih murah tapi kurang karakter

Soal Rasa: Kompleks, Tapi Nggak Ribet

Kalau kamu baru pertama kali nyoba kopi specialty, jangan heran kalau rasa yang muncul bukan cuma “pahit”.
Bisa jadi kamu nemuin aroma bunga, rasa buah tropis, atau aftertaste cokelat. Semua tergantung dari origin dan prosesnya.

Misalnya:

  • Kopi Ethiopia sering punya rasa seperti berry dan floral.
  • Kopi Sumatera Gayo cenderung earthy dan bold.
  • Kopi Flores Bajawa punya aroma cokelat dan rempah yang khas.

Yang bikin seru, dua biji dari daerah sama bisa punya rasa beda kalau diproses dengan cara berbeda. Jadi selalu ada pengalaman baru di setiap cangkir.


Kenapa Orang Rela Bayar Lebih Mahal?

Pertanyaan klasik yang sering muncul: “Ngapain bayar Rp50 ribu cuma buat secangkir kopi?”

Jawabannya sederhana: pengalaman dan kualitas.
Kopi specialty bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cerita, transparansi, dan keberlanjutan.

  • Kamu tahu asal bijinya dari mana.
  • Kamu tahu petani yang menanamnya dapat harga yang adil.
  • Dan kamu tahu setiap langkah dibuat dengan perhatian penuh.

Dengan kata lain, kamu nggak cuma beli kopi—kamu ikut menghargai proses dan orang-orang di baliknya.


Coffee Shop yang Fokus ke Kopi Specialty

Sekarang udah banyak banget coffee shop di Indonesia yang fokus ke kopi specialty. Mulai dari brand besar sampai kedai kecil yang tersembunyi di gang, semuanya punya misi yang sama: bikin orang paham dan menikmati kopi dengan cara yang lebih mindful.

Beberapa nama yang cukup dikenal di dunia specialty coffee Indonesia antara lain:

  • Tanamera Coffee
  • Anomali Coffee
  • Common Grounds
  • Kopi Tuku
  • Sensa Koffie

Kedai-kedai ini bukan cuma jualan kopi, tapi juga edukasi. Mereka sering adain cupping session, kelas brewing, atau workshop buat pemula.


Trend Kopi Specialty di Generasi Muda

Generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, punya peran besar dalam naiknya tren kopi specialty.
Mereka lebih peduli sama asal produk, keberlanjutan, dan cerita di baliknya.
Nggak heran kalau tren seperti manual brewing, single origin, dan latte art makin populer.

Buat mereka, minum kopi bukan cuma rutinitas pagi, tapi bagian dari identitas dan ekspresi diri.


Cara Menikmati Kopi Specialty di Rumah

Kalau kamu pengin coba tapi males keluar rumah, sekarang banyak brand yang jual kopi specialty dalam bentuk biji atau drip bag.
Kamu bisa seduh sendiri pakai V60, Aeropress, atau French Press.

Tips kecil biar hasilnya maksimal:

  1. Gunakan air bersih dengan suhu 90–95°C.
  2. Giling biji sesaat sebelum seduh, jangan disimpan terlalu lama.
  3. Coba catat rasa yang kamu rasain—manis, asam, fruity, atau nutty. Ini bisa bantu kamu ngerti preferensi pribadi.

Leave a Reply

*

Supportscreen tag
WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
? Hi, how can I help?