Lost Heaven bukan sekadar restoran biasa; ia adalah sebuah perjalanan kuliner yang melintasi “Jalur Kuda Teh Kuno” (Ancient Tea Horse Road), menyajikan cita rasa eksotis dari provinsi Yunnan, Tiongkok, dalam balutan suasana yang memukau dan kaya budaya. Terletak di lokasi bergengsi di Shanghai, termasuk cabang ikonik di The Bund dan di bekas Konsesi Prancis, Lost Heaven telah menjadi tujuan wajib bagi siapa saja yang mencari pengalaman makan yang unik dan berkesan.
Didirikan atas dasar kecintaan yang mendalam terhadap budaya dan makanan Yunnan yang beragam, konsep Lost Heaven terinspirasi dari novel legendaris James Hilton, Lost Horizon, yang menggambarkan lembah chinese food winter park mistis Shangri-La. Para pendiri restoran ini secara konsisten mencari resep dan teknik memasak asli dari berbagai suku minoritas di Yunnan, seperti suku Tibetan, Yi, Na Xi, Dai, Miao, dan Yao. Hasilnya adalah perpaduan harmonis antara masakan tradisional Tiongkok Barat Daya dengan pengaruh dari negara tetangga seperti Myanmar (Burma), Thailand, dan Tibet, menciptakan masakan “folk cuisine” (masakan rakyat) yang satu-satunya di jenisnya.
Memasuki Lost Heaven bagaikan melangkah ke kuil kuno yang remang-remang, penuh dengan pesona mistis. Interiornya yang luas dihiasi dengan perabotan kayu gelap, lentera merah, dan artefak khas Asia Tenggara, menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan elegan sekaligus. Desain ini memasukkan pola asli, kerajinan tangan, dan bordir dari suku-suku minoritas Yunnan, dengan inspirasi yang juga datang dari kepercayaan agama lokal dan legenda kuno. Salah satu fitur yang menonjol di cabang The Bund adalah dinding suci dua lantai yang terbuat dari daun teh Pu’er kering, menambah sentuhan keaslian budaya.
Di lantai atas, beberapa lokasi menawarkan bar rooftop atau teras luar ruangan yang luas, di mana pengunjung dapat menikmati koktail khas seperti Thai Zeed yang menyegarkan sambil menikmati pemandangan cakrawala Pudong yang menakjubkan di seberang Sungai Huangpu.
Menu Lost Heaven adalah petualangan kuliner, menawarkan berbagai hidangan beraroma yang menonjolkan kekayaan bahan-bahan segar dan unik dari Yunnan. Masakan ini dikenal karena penggunaan rempah-rempah yang berani, mulai dari bumbu yang kaya bawang putih dan serai hingga rasa asam pedas yang khas.
Beberapa hidangan khas yang sering dipuji termasuk:
Meskipun beberapa hidangan mungkin disesuaikan sedikit agar sesuai dengan selera Barat, banyak pengulas Indonesia mencatat bahwa masakan Yunnan di sini cocok dengan palet rasa lokal dan menawarkan banyak pilihan, termasuk hidangan vegetarian dan vegan yang lezat.
Lost Heaven sering digambarkan sebagai tempat yang ideal untuk acara-acara khusus, kencan romantis, atau makan malam bisnis, berkat suasananya yang hidup dan presentasi makanan yang luar biasa. Meskipun harganya berada di sisi yang lebih tinggi, banyak pengunjung merasa pengalaman keseluruhan—kombinasi dari makanan yang lezat, suasana yang indah, dan layanan yang penuh perhatian—sangat sepadan dengan biayanya.
Restoran ini sangat populer, jadi pemesanan, terutama untuk makan malam, sangat disarankan untuk menghindari waktu tunggu. Lost Heaven berhasil menempatkan masakan rakyat Yunnan di peta kuliner internasional, menjadikannya permata yang wajib dikunjungi di kancah restoran Shanghai yang ramai.